Info

Krisis Justru Picu Pertumbuhan Asuransi 2009

Industri asuransi diperkirakan akan tumbuh pada 2009. Pertumbuhan ini justru disebabkan oleh krisis ekonomi global yang membuat orang berpikir untuk membeli produk asuransi.

“Krisis membuat orang mulai khawatir dan mereka mencari perlindungan diri. Karena itu, industri asuransi akan tumbuh,” kata Managing Director Wana Artha Life Eddy KA Berutu di sela seminar Peluang dan Tantangan Asuransi pada 2009.

Eddy mencontohkan, saat kejadian krisis moneter tahun 1998, premi asuransi justru tumbuh di atas 30 persen. Pasalnya, saat krisis moneter, masyarakat khawatir akan meningkatnya kerusuhan dan mulai membeli produk asuransi, terutama asuransi jiwa.

Hal senada juga disampaikan Kepala Biro Perasuransian Badan Pengawas Pasar Modal Lembaga Keuangan (Bapepam LK) Isa Rachmatarwata. Dia mengatakan, pertumbuhan industri asuransi yang diperkirakan akan terjadi pada 2009 juga turut dipengaruhi oleh penurunan harga BBM jenis premium.

“Tahun depan industri asuransi sedikit lebih besar daripada yang bisa dilakukan pada tahun ini. Namun, saya tidak mau beri persentase pertumbuhan itu,” kata Isa.

Menurut Isa, pertumbuhan akan terjadi, tetapi tidak terlalu tinggi seperti tahun 2006 dan 2007. Dia memperkirakan, tahun 2009 asuransi jiwa akan tumbuh lebih besar dibandingkan dengan asuransi lainnya. sumber: kompas.com

Semua Profesi Memerlukan Asuransi

Kecelakaan tidak pernah memilih, entah itu pns,pegawai bank, pemilik usaha,pilot, petani atau apapun profesi anda. Pernahkan anda terpikir jika hal ini menimpa diri kita.

Dalam aktivitas apapun proteksi tetap diperlukan apapun pekerjaan anda, karena risiko datangnya tak terduga. Dalam keadaan seperti ini, risiko dapat kita alihkan ke perusahaan asuransi yang dapat kita jadikan mitra untuk meng-cover dan memproteksi beragam profesi terhadap keadaan-keadaan yang tidak terduga dan tidak di inginkan.

Secara individual, siapa pun yang membeli produk asuransi jiwa akan mendapat proteksi dari berbagai kejadian di masa depan. Seorang pedagang busana, misalnya, apa jadinya kalau di tengah-tengah usaha tiba-tiba gerainya terbakar, dan kejadian itu memakan korban jiwa? Atau, apa jadinya kalau pesawat terbang mengalami kecelakaan fatal dan para penumpang tidak diproteksi dengan produk asuransi jiwa?

Bagaimana pula perjalanan kehidupan keluarga pilot, kopilot, dan pramugari pesawat pascatragedi, seandainya mereka tidak mendapatkan proteksi dari asuransi jiwa?

Kasus kecelakaan atau karyawan meninggal dapat membuat keuangan perusahaan bermasalah, banyak perusahaan yang sudah memproteksi karyamannya untuk mengantisipasi keadaan-keadaan yang seperti itu. Dalam skala korporatif, apa jadinya kalau perusahaan belum menyertakan semua karyawan ke dalam program asuransi jiwa? Lebih dari itu, yang menjadi pertimbangan empatis dari beberapa contoh kasuistik tersebut kondisi keluarga dalam menyongsong masa depan pasca meninggalnya korban.

Sekuen diskripsi di atas membuktikan bahwa APAPUN PROFESI ANDA, ANDA MEMBUTUHKAN PROTEKSI. Sebagai catatan, ketika seorang profesional, baik karyawan, pengusaha, atau kalangan entertainer mengambil produk asuransi jiwa. Sebenarnya ada orang-orang terdekat yang turut menikmati efek dari proteksi tersebut, yakni suami, istri, atau anak-anak yang bersangkutan yang disebut tertanggung.

Keberagaman profesi dengan dukungan berbagai produk asuransi jiwa yang diperlukan akan membuat rasa nyaman bagi tiga entitas yang berbeda.

Pertama, Apapun profesi tertanggung serta aktivitas yang di jalani, Ia akan merasa tenang dan bekerja secara maksimal.

Kedua, keluarga yang bersangkutan juga bisa berpikir tenang sambil terus berharap agar tertanggung bisa berprestasi maksimal dan meraih jenjang karier yang lebih baik dari waktu ke waktu.

Ketiga, kalau tertanggung karyawan sebuah perusahaan, entitas yang diuntungkan perusahaan tempat dia bekerja. Proteksi yang di skema kan secara korporatif bisa mereduksi beban biaya perusahaan secara signifikan manakala yang bersangkutan mengalami kejadian tak terduga selama menjalan tugas dari perusahaan. Atau, kalau tertanggung merupakan entrepreneur atau entertainer sejati, dia bisa mendapatkan proteksi maksimal terhadap berbagai kejadian tak terduga di tengah-tengah profesi yang digelutinya.

Ketika seorang tertanggung berkomitmen untuk mengalokasikan sejumlah uang guna membayar premi secara teratur, saat itu juga yang bersangkutan mendapatkan keuntungan jangka panjang. Asuransi Jiwa dan Proteksi di dalamnya, seyogianya menjadi bagian dalam eksistensi beragam profesi, sehingga mereka terlindungi secara finansial dari berbagai hal tak terduga.

Keberhasilan para profesional dalam mendukung kesuksesan selalu mengandung risiko. Bagaimana dengan anda, sudahkan mempunyai polis asuransi untuk melindungi jiwa ANDA? dan income anda.

Proteksi diri Anda Dengan Asuransi

Dahulu orang membeli asuransi hanya untuk proteksi, tetapi sekarang selain untuk proteksi. Asuransi juga sebagai bentuk investasi. Zaman sekarang kesadaran untuk berasuransi di masyarakat indonesia sudah tinggi, terbutki setiap tahun Perusahaan-perusahaan asuransi mencatat laba yang besar. Produk asuransi yang paling banyak diminati adalah produk unit link, dimana Prudential adalah pemimpin pasar untuk hal ini.

Dalam konteks ini, fungsi proteksi yang melekat secara atributif pada polis asuransi juga diperuntukkan guna mendatangkan kesejahteraan bagi para nasabah. Artinya, selain mendapatkan proteksi dari berbagai kejadian tak terduga/kemalangan, nasabah/pemegang polis juga bisa merencanakan pengelolaan keuangan jangka panjang melalui pembelian produk asuransi dengan unsur investasi. Skema ini bisa memberikan rasa aman bagi para nasabah dan mereka bebas dari kekhawatiran perihal risiko keuangan di masa mendatang.

Pernahkan anda membayangkan kejadian apa yang akan anda alami beberapa tahun ke depan, ada beberapa kondisi yang mungkin akan anda jalani.

Kondisi pertama, Anda mungkin sudah menduduki posisi puncak di satu perusahaan yang bonafid, dan periode waktu itu merupakan persiapan Anda memasuki masa pensiun.

kondisi yang kedua, karena ketatnya tingkat persaingan di antara karyawan dalam mendapatkan jabatan yang lebih tinggi, Anda terkondisi untuk meraih pencapaian akhir hanya pada tataran Senior Manager, dan Anda pun bersiap untuk memasuki masa pensiun.

Kondisi ketiga, yang mungkin tidak terbayang dalam benak Anda, Anda tidak meraih pencapaian karier yang progresif karena di tengah-tengah perjalanan karier tersebut Anda mengalami satu kejadian tak kondusif. Apa pun kondisi yang Anda alami nantinya, ada baiknya mulai dipikirkan skema pengelolaan keuangan jangka panjang guna mempersiapkan perjalanan hidup Anda di kemudian hari.

Ketika Anda mulai memproteksi diri dengan produk asuransi jiwa sejak usia muda, akumulasi premi yang Anda bayarkan bisa terus bertambah nilainya secara kumulatif, dan nantinya total besaran tersebut akan mendatangkan nilai ekonomi yang bermakna bagi kehidupan Anda. Sesuai ilustrasi tersebut, ketika Anda melakukan lompatan waktu menuju 25 tahun ke depan dari perjalanan karier Anda, polis asuransi yang Anda miliki akan berkontribusi dan menopang beragam kebutuhan Anda pasca aktif berkarier.

Langkah proaktif Anda untuk berasumsi sejak dini bisa mendatangkan kesejahteraan bagi Anda dan keluarga di masa mendatang. Pada sudut pandang inilah asuransi bisa berperan maksimal dalam rangka mendatangkan keuntungan jangka panjang bagi para nasabah/pemegang polis. Pada kisaran usia 55 tahun, misalnya, Anda tetap bisa beraktivitas dan menikmati kehidupan dengan dukungan finansial dari nilai tunai polis Anda, dan itu merupakan hasil kolektivitas premi yang Anda bayarkan.

Ilustrasi tersebut bisa menjadi perenungan esensial bagi Anda bahwa asuransi jiwa dan berbagai produk di dalamnya bisa mendatangkan beragam keuntungan variatif bagi Anda. Pada jangka pendek, ketika Anda mengalami kejadian tak terduga, misalnya, polis yang Anda miliki akan berperan aktif dalam menopang kebutuhan finansial Anda di tengah-tengah kejadian/kemalangan yang Anda alami.

Secara jangka panjang, Anda menikmati keuntungan kedua, yakni terjaminnya kehidupan Anda di kemudian hari, dan itu merupakan kontribusi kolektif dari premi yang Anda bayarkan secara teratur.

Dalam konteks aktualisasi diri, ketika Anda tidak lagi mendapatkan gaji rutin dari perusahaan tempat Anda bekerja, Anda tetap bisa beraktivitas di dalam komunitas atau pada lingkungan yang lebih luas, dengan dukungan dana hari tua yang Anda dapatkan dari polis asuransi jiwa yang Anda miliki.

Saat ini, apa pun profesi dan karier yang Anda geluti, ketika Anda memiliki obsesi untuk mendapatkan kebebasan finansial di masa depan, bersegeralah untuk memproteksi diri Anda dengan membeli produk asuransi jiwa prudential. Sudah tentu, langkah ini juga mendatangkan keuntungan bagi keluarga Anda.

Sudahkah anda mempunyai polis asuransi untuk merancang masa depan anda?konsultasikan kebutuhan asuransi anda pada kami.hubungi kami via chat ( YM : joko.dadang ) ,email ( dadang_d_kuspito@indo.net.id ) ,sms atau telephone ( 0818851675, 08888638715, 081399035778 ).

Asuransi sebagai perencanaan keuangan keluarga

Banyak sekali risiko kehidupan yang akan kita hadapi, sedangkan kita adalah tulang punggung utama keluarga. Bila terjadi sesuatu yang tidak kita inginkan terjadi menimpa kita, apakah kita masih bisa membayar KPR, cicilan Mobil, beras dan kebutuha lain. Apakah kita tidak ingin anak kita kuliah di universitas terbaik, apakah kita tidak ingin membeli tempat tinggal yang layak untuk anak dan istri, semua harapan itu terkadang musnah jika kita masuk rumah sakit atau sesuatu terjadi menimpa kita. Nah, sudah cukupkah gaji/penghasilan kita perbulan untuk mengantisipasi semua itu? Jika jawabannya belum, justru karena itulah asuransi ada, kita mangalihkan risiko ke pihak ketiga, yaitu perusahaan asuransi. Kalaupun tidak terjadi apa dengan kita sampai masa pembayaran premi berakhir uang yang kita tabungkan masih tetap ada dan terus bertambah karena di investasikan.

Proteksi Dalam perencanaan keuangan keluarga, proteksi adalah bagian yang tak dapat dipisahkan. Eko Endarto, Perencana Keuangan dari Biro Perencana Keuangan Safir Senduk dan Rekan mengatakan asuransi sangat dapat dijadikan sebagai bagian dari perencanaan keuangan keluarga. Dalam jangka pendek, keluarga harus memiliki dana cadangan berbentuk cash di bank jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan dan tidak ter-cover asuransi. Selanjutnya dalam jangka panjang, barulah asuransi yang bertindak untuk meng-cover risiko misalnya terjadi sesuatu terhadap si ayah sehingga cacat tetap bahkan meninggal dunia.Jenis-jenis Asuransi yang terpenting dan mendasar yang mesti dimiliki sebuah keluarga adalah asuransi jiwa untuk ayah/ibu pencari nafkah. Selain itu perlu juga asuransi kesehatan, kalau sudah ada dari kantor, tidak ada salahnya mencari tambahan seandainya limit perlindungannya tidak memadai, namun pastikan asuransi tambahannya dapat mengcover kekurangan dana dari asuransi kantor.

Asuransi kerugian, misalnya melindungi rumah dari kebakaran, kecelakaan dan kehilangan mobil serta pihak ketiganya juga patut dipilih. Anda tentu tidak mau, mengeluarkan uang dengan jumlah besar yang diambil dari tabungan ketika terjadi sesuatu dengan mobil Anda dan orang lain yang tertabrak? Iya kalau Anda lagi punya uang, bagaimana kalau lagi cekak? Namun pastikan memilih asuransi sesuai dengan kebutuhan keluarga, bukan karena tidak enak dengan teman yang menawarkan. Serta sesuaikan dengan keuangan keluarga. Perlu anggaran Berapa pun penghasilan Anda tak pernah cukup jika tidak direncanakan dengan benar.

Tiap keluarga mesti membagi penghasilan dalam pos-pos pengeluaran. Pos pengeluaran pertama adalah membayar utang, misalnya cicilan kartu kredit, tagihan listrik, telepon, HP, cicilan rumah. Pos ini sebaiknya tidak lebih dari 30% dari penghasilan. Pos kedua adalah tabungan dan investasi. Jangan biasakan menabung di akhir bulan, setelah ada sisa pengeluaran, tabungan dan investasi dialokasikan di awal. Pos ini sekurang-kurangnya 10% dari penghasilan keluarga. Pos ketiga yaitu untuk premi asuransi. Asuransi diperlukan keluarga untuk memperkecil risiko keuangan yang mungkin terjadi.

http://www.prudential-prusyariah.com/asuransi-sebagai-perencanaan-keuangan-keluarga/

Asuransi, Kawan disaat Malang

Ada satu artikel Aloysius Weha yang lebih menarik dan sangat lengkap untuk dibaca, yaitu “Pentingnya Perlindungan Ketika Hidup di Tanah Risiko” (lihat http://www.wikimu.com/news/displaynews.aspx?id=4327). Tulisan yang dibuat ketika memperingati hari Asuransi Indonesia itu memang menggambarkan betapa kehidupan tidak bisa diprediksikan terlebih dahulu.

Karena itu asuransi bisa jadi menjadi salah satu upaya sedia payung sebelum hujan! Saya beruntung karena memiliki beberapa pengalaman yang baik dengan asuransi. Sebagai konsumen asuransi tentu saja saya memasuki asuransi sebagai persiapan memiliki teman di kala bernasib malang. Ketika itu belum tentu sanak saudara dan teman-teman juga sanggup membantu secara finansial, karenanya berkawan dengan asuransi bisa sedikit membantu beban yang dipikul. Tentunya sebelum itu kita juga ikut memikul beban yaitu premi yang setiap bulan disetorkan kepada agen atau perusahaan asuransi.

Untuk bisa memperoleh kawan yang baik, tidak selalu harus dari bawah satu payung, cermat memilih produk dan pandai dalam memilih agen dan perusahaan asuransi akan banyak membantu dalam memiliki berbagai kawan yang siap menolong dalam setiap kemalangan.

Saat ini banyak agen yang berhasil maju dalam karirnya sebagai agen asuransi karena berangkat dari pemikiran menjadi bagian dari pelayanannya terhadap masyarakat. Agen seperti ini yang selalu siap sedia membantu konsumen dari sejak awal sebelum masuk ke dalam proteksi asuransi hingga saat konsumen membutuhkan bantuan dalam mengajukan klaim asuransi. Buah dari perhatian dan bantuan mereka membuat promosi dari mulut ke mulut yang canggih. “Word of mouth”, kata ajaib dalam dunia marketing akhir-akhir ini, memang hebat dalam mengangkat kemajuan penghasilan seorang agen asuransi.

Perkenalan pertama saya dengan asuransi adalah dengan asuransi Jiwasraya. Saat itu calon ibu mertua meninggal dunia, dan ternyata beliau meninggalkan sehelai asuransi Jiwasraya yang cukup membantu dalam menutupi biaya-biaya yang perlu dikeluarkan saat itu. Karena itu calon suami saya (yang sekarang sudah berubah status menjadi suami) kemudian juga ikut asuransi Jiwasraya.

Agen dan Perusahaan

Yang paling penting tentunya adalah memilih agen dan perusahaan asuransi yang baik. Terkadang agen juga kurang bisa diandalkan, maka perusahaan asuransi yang baik dengan jalur komunikasi yang tepat biasanya tetap akan bisa membantu.

Saya ingin berbagi sedikit kisah sebagai nasabah asuransi dalam hubungannya dengan agen dan perusahaan asuransi. Ketika itu kami mengambil asuransi dalam bentuk dollar, dan tatkala nilai tukar rupiah terhadap dollar jatuh kami merasa tidak mampu meneruskan pembayaran premi.

Ketika itu kami sempat kebingungan, dan juga mendapat informasi yang kurang benar dari petugas yang melayani di salah satu cabang perusahaan asuransi ini. Petugas tersebut mengatakan bahwa kami harus memutuskan asuransi kami dengan nilai tunai berdasarkan kurs patok yang cukup rendah dibanding kurs dollar di luar. Sambil memberikan informasi itu petugas tersebut berkata akan membantu kami sambil memberikan kartu namanya yang ternyata juga bertuliskan nomor rekening tabungan bank beliau.

Tidak puas dengan informasi itu kami kembali bertanya ke kantor pusat, ternyata kami mendapat pelayanan yang jauh lebih baik dengan informasi yang lebih mendukung kami. Ketika itu diberi tahu bahwa kami masih berhak menunda pembayaran premi, dan bila kami tetap tidak mampu meneruskan pembayaran premi maka akan digunakan kurs yang dipatok perusahaan pada saat kami memutuskan kontrak. Tapi saat itu petugas ini memberikan nilai patok yang berbeda dari petugas di kantor cabang, jauh lebih tinggi dari yang diberikan oleh bapak yang memberikan nomor rekening tabungannya itu.

Ternyata memang kami tidak bisa meneruskan pembayaran premi dalam kurs dollar yang baru itu, sehingga akhirnya kami memutuskan untuk menutup asuransi dollar tersebut. Ketika banyak orang lain menderita kerugian karena kurs rupiah yang jatuh ini, kami malahan merasa sedikit beruntung (lebih beruntung lagi kalau bisa tetap meneruskan asuransi dollar itu tentunya) karena dengan uang hasil pencairan nilai tunai tadi kami bisa membuka asuransi rupiah baru, sekaligus juga melunasi cicilan KPR rumah tinggal kami sehingga tidak perlu membayar bunga cicilan kredit lagi.

Kemudian hari dalam keadaan terdesak, karena pekerjaan suami membutuhkan tambahan dukungan keuangan, asuransi rupiah ini juga kami cairkan untuk menambah modal kerja.

Perusahaan asuransi lain yang menjadi kawan lama saya adalah Allianz. Hubungan ini terjadi karena ayah saya yang lebih dahulu bergabung sebagai nasabah merekomendasikannya kepada kami anak-anaknya. Urusan rumah, dan mobil menjadi bagian asuransi Allianz. Bahkan ketika komputer saya dan serangkaian alat elektronik lainnya baru-baru ini terkena sambaran petir, dengan bantuan agen yang selalu siap membantu, saya mendapatkan bantuan untuk biaya memperbaikinya. Sebenarnya bantuan agen sangat penting disini, karena seringkali kita tidak tahu persis apa saja hal yang boleh kita ajukan untuk klaim, dan persyaratan apa saja yang harus dipenuhi untuk pengajuan proses klaim itu.

Selain Allianz, saya juga pernah bergabung dengan Garda Oto. Bantuan dari Garda Oto yang paling terasa adalah ketika suami saya kecelakaan mobil dalam perjalanan pulang dari luar kota ke Jakarta. Keberadaan mobil derek dan bantuan mereka dalam mengganti kerusakan mobil kami serta mobil pihak ketiga yang juga terkena musibah sangat membantu kami. Untuk urusan kesehatan, asuransi Manulife sangat membantu keluarga kami. Dengan premi yang relatif tidak terlalu tinggi untuk satu keluarga dengan tiga orang anak, asuransi ini banyak membantu menunjang pengeluaran tak terduga kami karena masalah kesehatan.

Dari pengalaman memasukkan klaim untuk membantu biaya rumah sakit kami, saya belajar juga bahwa belum tentu setiap agen benar-benar mengetahui semua poin yang akan dibayarkan oleh perusahaan. Ketika saya harus menjalani operasi usus buntu, om saya yang dokter spesialis membantu dengan meniadakan biaya dokter spesialis (honor beliau pribadi), karena mendengar bahwa saya hanya akan mendapat ganti dari asuransi sebesar 50%. Ternyata setelah mengajukan klaim prosentasi yang dibayarkan itu secara keseluruhan lebih dari 50% seluruh biaya rumah sakit. Penggantian 50% hanya berlaku untuk biaya operasi saja, biaya lain memiliki prosentasi sendiri.

Demikian juga ketika salah satu anak kembar saya terjatuh dan harus dijahit, atau ketika kakaknya patah tulang tangan dan harus digips di rumah sakit, kepanikan saya mengenai masalah biaya sedikit berkurang karena saya tahu akan ada yang membantu meringankan biaya itu. Dari setiap klaim saya juga belajar bagaimana prosedur dan cara pengajuan klaim. Ketika mengajukan klaim untuk penanganan patah tulang saya tidak memasukkan semua kwitansi rumah sakit karena pada klaim terdahulu (jahit) hanya dibayarkan biaya UGD, ternyata seharusnya saya bisa mendapatkan penggantian yang lebih besar kalau saja semua kwitansi saya masukkan. Jadi prosedur dan persyaratan klaim asuransi juga perlu dipelajari!

Ketika saya akan melahirkan si kembar saya cepat-cepat mencari proposal asuransi yang hampir saya ambil sebelumnya yaitu asuransi yang memberikan bantuan biaya persalinan. Sedikit penasaran ingin tahu apakah biaya kelahiran kembar akan ikut tertanggung. Sebenarnya asuransi itu tidak jadi saya ambil karena merasa kurang mampu membayar premi. Ternyata dalam proposal itu tercetak bahwa tidak bisa mengajukan klaim biaya persalinan bila belum genap dua tahun membayar premi. Kalau saya jadi mengambil produk ini, bisa jadi saya sudah marah dan kecewa karena tidak teliti membaca proposal asuransi sebelumnya. Kelahiran bayi kembar saya hanya beda beberapa bulan sebelum batas dua tahun itu.

Begitulah pentingnya teliti sebelum membeli! Baru-baru ini karena kegiatan saya di portal jurnalisme warga membuat saya lebih banyak lagi memperhatikan rekan-rekan yang memiliki penglihatan berbeda (lihat artikel di Ohmynews International). Ternyata buat mereka terkadang untuk menjadi nasabah bank dan nasabah asuransi sedikit sulit. Seorang teman yang bergiat sebagai agen asuransi Bumiputera, akhirnya menolong sepasang suami istri yang memiliki kekurangan pada penglihatannya untuk menjadi nasabah asuransi.

Perlu perencanaan keuangan jangka panjang

Memilih asuransi yang sesuai dengan kantong keuangan pribadi. Teman saya ada juga yang memilih asuransi Prudential dan kemudian bergabung menjadi agen. Kalau saya lihat dia terus berkembang, baik sebagai nasabah maupun sebagai agen, dan juga membuat iri dengan perjalanan-perjalanannya (sebagai agen) ke luar negeri. Kalau saya tidak bergabung dengan dia sebagai nasabah terutama karena saya perlu memilah-milah pengeluaran asuransi saya sehingga bisa memiliki beberapa perlindungan krusial sekaligus.

Sekarang ada juga tabungan atau tabungan berjangka yang bekerja sama dengan pihak asuransi sehingga pilihan dalam mencari kawan ketika dalam keadaan malang mendera semakin terbuka lebar.

Menyesuaikan dengan kemampuan kantong membayar premi untuk jangka panjang sangat perlu diperhatikan, karena asuransi jiwa maupun pendidikan biasanya tidak memiliki nilai tunai yang “balik modal” bila hanya berlangsung di bawah lima tahun. Banyak konsumen yang kecewa karena merasa rugi ketika harus menutup asuransi sebelum waktunya, padahal sebenarnya hal ini seharusnya sudah disadari pada waktu menanda-tangani kontrak.

Memilih asuransi memang susah-susah gampang. Kita juga perlu memilih sesuai dengan kemampuan kantong membayarkan premi, selain itu juga selektif memilih produk serta senantiasa memantau kredibilitas dari perusahaan yang mengelola keuangan asuransi tersebut. Kehadiran agen yang baik dan mengenal baik produk yang ditawarkannya memang sangat membantu dalam membuat pilihan dan mengajukan klaim di saat yang diperlukan.

http://www.wikimu.com/News/displaynews.aspx?id=8506

Persiapkan Pensiun ANDA dari sekarang

Setiap orang pasti akan pensiun, dan berapapun usia Anda sekarang ini, pensiun adalah momen yang akan Anda hadapi. Karena pensiun adalah suatu kepastian maka seyogyanyalah setiap orang mempersiapkan diri untuk memasuki era baru dalam kehidupan itu. Persiapan psikologismental-spiritualkesehatan dan tentu saja finansial.

Merupakan pertanyaan penting bagi seluruh karyawan: apakah kita pernah berpikir tentang pensiun? Apakah Anda khawatir memasuki masa pensiun? Bagaimana Anda mengelola keuangan di saat pensiun di tengah gejolak inflasi dan pajak yang mengurangi daya beli?

Untuk dapat menjalani masa pensiun dengan baik, diperlukan persiapan, salah satunya adalah persiapan di bidang keuangan. Dana yang dimiliki pensiunan harus dikembangkan sedemikian rupa sehingga dapat memberikan hasil yang lebih besar untuk membiayai kebutuhan hidup pensiunan, khususnya untuk pemeliharaan kesehatan yang semakin hari semakin mahal. Sumber dana pensiunan biasanya berasal dari Jamsostek, dari program dana pensiun perusahaan dan juga tabungan pribadi.

Para ahli menyatakan bahwa hal-hal yang mengancam pensiun itu jauh lebih serius daripada yang seringkali dipikirkan orang. Masalah keluarga yang berakhir dengan perceraian, masalah berhenti bekerja (karena pensiun) dan masalah kesehatan, seperti diabetes, stroke dan gangguanjantung, merupakan ancaman yang berbahaya bagi para pensiunan.

Dalam hubungan ini perlu diperhatikan beberapa nasihat berikut:

  • Menabunglah sebelum datang masa sempitmu, Jangan tunda, mulailah menabung sekarang juga untuk pensiun nanti.
  • Tentukan target yang realistis: Perkirakan berapa besar dana yang akan Anda dan keluarga butuhkan untuk pensiun nanti.
  • Asuransi: Proteksi diri dan keluarga Anda dengan asuransi untuk kesehatan dan cacat. Karena tanpa asuransi kita patut bertanya pada diri kita, apakah dana pensiun yang kita himpun akan cukup membiayai perawatan dan pengobatan jika sakit?
  • Jagalah kesehatan: dengan makanan yang sehat dan bergizi, olahraga, melakukan pemeriksaan kesehatan secara teratur (regular medical checkup) dan mencari cara untuk menghilangkan stress. Kesehatan fisik dan mental pensiunan biasanya semakin menurun seiring dengan bertambahnya usia, dan ini tentu memerlukan dana yang semakin besar untuk pemeliharaan dan perawatannya.
  • Investasi Dini Kelebihan dana sekarang bisa kita alokasikan untuk investasi apapun bentuknya
  • Jagalah keutuhan keluarga Anda.
  • yang lebih penting BERDOA

Bagaimana dengan kita sekarang? Apakah kita sudah mempersiapkan diri menghadapi masa pensiun yang mau tidak mau akan datang? Bagaimana persiapan anggota keluarga dalam menyikapi datangnya masa pensiun Anda? Apakah rencana Anda di masa pensiun nanti? Kekhawatiran apa sajakah yang Anda hadapi ketika dihadapkan dengan masa pensiun? Lebih jauh lagi, jenis investasi apakah yang cocok bagi Anda di masa pensiun? Dan jenis usaha apakah yang cocok untuk mengisi hari-hari pensiun Anda nanti?

Siapkah kita? Jangan tunda untuk memikirkan ini. Selagi masih muda dan punya kemampuan segeralah untuk memulai rencana pensiun Anda.

sumber : www.asuransi-prudential.com

Sayang Keluarga?, Milikilah Asuransi

Seberapa Pentingkah Asuransi Jiwa? Apakah semua orang membutuhkan Asuransi Jiwa ? jawabannya adalah : YA……merupakan suatu keharusan dan harus secepatnya. Jangan ditunda. Jika kita ingin mensyukuri apa yang diberikan oleh – Nya, manusia harus tetap berusaha. Karena kita tidak akan pernah tahu apa yang akan terjadi di masa depan, lakukan antisipasi dengan memiliki asuransi jiwa.

Dalam memilih berasuransi kita haruslah jeli dan disesuaikan dengan kebutuhan kita. Ada Asuransi Kesehatan, Asuransi Kecelakaan, Asuransi Pendidikan. Sedemikian banyaknya pilihan yang ada, namun pilihan terbaik adalah yang sudah dikemas menjadi satu.

Banyak terjadi sebuah keluarga harus menerima kenyataan hidup pahit. Sang Ayah sebagai kepala keluarga sekaligus pencari nafkah jatuh sakit dan sampai meninggal dunia sehingga meninggalkan sang istri yang tidak bekerja dan 2 anaknya yang masih kecil. Anaknya baru menginjak umur 3 tahun dan 5 tahun. Kehidupan tetaplah harus dijalani, namun sang istri akan sangatlah kesulitan biaya untuk membesarkan ke dua anak-anaknya.

Jaga keluarga anda dari resiko di atas dengan memiliki Asuransi Jiwa. Jikalau keluarga tersebut – setidaknya sang ayah – sudah memiliki Asuransi Jiwa, tentulah secara materi lebih meringankan beban keluarga yang ditinggalkan. Karena berada di rumah sakit tentulah menghabiskan biaya yang tidak sedikit. Bisa saja sampai menghabiskan aset yang dimiliki.

Dengan demikian bila Anda sudah ber-Asuransi Jiwa dapat dikatakan Anda sudah memiliki Proteksi Income dan sudah merencanakan keuangan untuk masa depan keluarga sesuai perjanjian dengan penerbit polis asuransi jiwa. Anda pasti akan mendapatkan penggantian klaim yang sesuai asal data kesehatan diberikan sesuai kondisi sebenarnya. Tidak ada rekayasa data kesehatan.

Perencanaan keuangan bukanlah sesuatu yang Anda lakukan sekali dan dilupakan. Maka ada banyak orang yang membeli Asuransi Jiwa sampai 5 polis bahkan lebih, demi keluarga yang disayangi. Untuk istrinya dan anak-anaknya. ( Tiap anggota keluarga bisa memiliki 1 s/d 2 polis ) Perencanaan keuangan merupakan sebuah proses bagi yang lajang atau belum bekeluarga. Jangan pernah karena merasa kesehatannya masih bagus lalu menunda memiliki Asuransi Jiwa. Semakin muda umur Anda semakin bagus untuk segera memproteksi diri, memiliiki Proteksi Income dan Investasi untuk perencanaan keuangan di masa depan.

Sang ayah boleh bekerja keras kapan pun dan di mana pun. Kerja terus menerus sampai terkadang lupa memperhatikan kesehatan. Demi keluarga istri dan anak – anaknya apapun akan dilakukan. Tetapi jangan lupa sampai terjadi sesuatu pada kesehatan sang ayah, akan lebih susah lagi dampaknya. Dapat di katakan percuma hasil kerja sekian tahun, jika hasil income yang didapat tidak disisihkan untuk mempunyai proteksi diri.

Lihat lah senyuman anak – anak yang membutuhkan orang tuanya. Mereka perlu kehidupan, perlu sekolah, perlu biaya jika sampai sakit.

Kehidupan keluarga akan selalu berubah dan perencanaan keuangan keluarga harus mengikuti perubahan yang terjadi dalam keuangan keluarga. Kekuatan perencanaan didukung dengan investasi yang bijak. Investasi dalam arti yang paling dasar adalah, menempatkan dana Anda untuk mendapatkan hasil yang lebih besar. Berasuransi & bernvestasi merupakan sarana terpenting dalam meningkatkan kemampuan Anda untuk menyayangi, mencintai keluarga dan menjaga kekayaan.

Dengan Anda memiliki sebuah rekening asuransi, maka Anda telah BERASURANSI sekaligus BERINVESTASI untuk masa depan Anda dan Keluarga.
Selamat Merencanakan Keuangan Anda
Sumber: http://www.asuransi-prudential.comhttp://raa-prudential.blogspot.com/

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s